BREAKING NEWS

Tragis, Warga Jembrana Meninggal Saat Ambil Kelapa Muda untuk Upacara

 

Aparat Kepolisian dari Polsek Melaya dan Inafis Polres Jembrana Melakukan Olah TKP di Lokasi Warga Terjatuh


Jembrana – Duka menyelimuti warga Banjar Pucaksari, Desa Warnasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Seorang pria bernama I Ketut Pageh (54) meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon kelapa saat hendak mengambil kelapa muda untuk keperluan upacara adat, Jumat (10/4/2026) pagi.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 Wita di kebun milik warga setempat. Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya diminta bantuan untuk memetik kelapa muda (klungah) yang akan digunakan dalam kegiatan adat.

Pada pagi hari kejadian, korban bersama saksi menuju kebun dan mulai memanjat pohon kelapa. Namun nahas, saat berada di ketinggian sekitar delapan meter, korban diduga berpegangan pada pelepah kelapa yang sudah tua. Pelepah tersebut tidak kuat menahan beban hingga akhirnya terlepas, menyebabkan korban terjatuh.

Saksi yang berada di bawah sempat mengingatkan korban, namun peristiwa terjadi begitu cepat. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Melaya.

Setibanya di fasilitas kesehatan sekitar pukul 07.30 Wita, petugas medis menyatakan korban telah meninggal dunia.

Pihak kepolisian dari Polsek Melaya bersama tim identifikasi Polres Jembrana telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Peristiwa ini diduga murni kecelakaan.

Kapolsek Melaya, Kompol Ketut Sukadana, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut sekaligus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas berisiko.

“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya korban. Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, kejadian ini murni kecelakaan saat korban memanjat pohon kelapa. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat bekerja di ketinggian, dan memastikan kondisi pohon maupun alat yang digunakan benar-benar aman,” ujarnya.

Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas sehari-hari sekalipun dapat mengandung risiko, sehingga kewaspadaan dan keselamatan harus selalu menjadi prioritas.(sb)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image